Archive for the 'Entah' Category

Perjalanan Hidup

Thursday, July 10th, 2008


perjalanan

 

Di dalam perjalanan hidup ini banyak sekali cerita klise. Cerita-cerita yang sama, yang polanya begitu-begitu saja. Tapi bukankah memang sebenarnya tidak ada yang sepenuhnya baru di dunia ini? Semuanya adalah pengulangan-pengulangan belaka seperti sebuah proses reinkarnasi.

 

Cerita hidupku mungkin sama saja dengan cerita-cerita orang lain. Ada banyak hal di dunia ini tapi bukankah perjalanan hidup yang telah kita lalui selalu jadi hal yang paling penting? Seorang teman mengatakan bahwa hidup itu layak untuk dirayakan, namun hidup yang seperti apakah yang benar-benar layak untuk dirayakan? Apakah peristiwa penting dalam hidup kita harus dirayakan setiap tahunnya? Semua itu tergantung bagaimana kita menangkap makna yang terkadung di dalamnya. Bagiku semua tak ada bedanya, semua akan tetap berjalan apa adanya.

 

Perjalanan hidupku benar-benar menguras tenaga. Aku menyadari adanya banyak kesalahan dan mungkin aku adalah orang yang selalu terlambat menyadari sesuatu. Tapi apakah keadilan atau pengaturan jalan hidup itu memang berlaku penuh atau beberapa saja. Aku melihat beberapa orang memiliki segalanya tapi kenapa sebagian orang tidak memiliki apa-apa. Mungkin aku masih bersyukur karena kita setidaknya berada ditengah-tengah, tapi apakah kamu begitu?

 

Saat ini aku merasa begitu lelah dan tidak berdaya dan aku begitu jahatnya selalu membagi kepahitan hidupku kepadamu. Ya, bagimu aku memang menyebalkan. Aku sendiri sering merasa begitu. Mungkin aku memang dilahirkan menjadi orang yang begini adanya, tepat hari ini sekian tahun yang lalu.

Posted by Mikow | Filed in Doa, Entah, Event, Family, Perjalanan, b'day | 22 Comments »

 

Apa kabar?

Monday, June 30th, 2008


 

kabar

Hi.. apa kabar? semoga baik-baik saja. Lama tak berjumpa, bukan berarti aku melupakan kalian semua. Kalaupun lupa mungkin menunjukkan keterbatasan akses internet manusia, namun tak jarang pula itu menandakan lapangnya hati.

Setelah lama meninggalkan dunia peradaban, banyak hal yang aku lewati.

 

Apa kabar Jakarta yang beberapa hari yang lalu merayakan ulang tahun?

Semoga semakin “nyaman” bagi para penghuninya dan semoga juragan yang memimpin Jakarta menaikkan gaji para buruhnya :D

 

Apa kabar teman-teman alumni 38 LA?

Pasti lagi sibuk menyiapkan acara untuk reuni, tanggal 4 Juli besok jadi rapat lagi kan?

 

Apa kabar juragan-juragan di bunderan?

Banyak berita yang baru, mudah-mudahan jumat depan bisa ikutan parkir disana.

 

Apa kabar teman-teman di pabrik?

Sorry kunci ruang server aku bawa. Juragan adalah raja, admin adalah dewa. It’s admin rules! :D

 

Apakabar Piala Eropa?

Menurut berita Spanyol yang juara, tradisi juara piala eropa adalah tim yang terseok-seok sejak masa penyisihan group tidak terbukti lagi.

 

Apa kabar ayin dan para jaksa?
Apa kabar demo kenaikan BBM?
Mungkin masih banyak kabar lain yang terlupakan. Semoga baik-baik saja.

Posted by Mikow | Filed in Berita, Entah, Jakarta, Pabrik, Perjalanan, View | 13 Comments »

 

Harus bagaimana?

Thursday, May 15th, 2008


udah nggak jaman main tuduh

Hari ini aku masuk kerja lagi setelah tiga hari kemarin di utus ke luar kota untuk menuntut ilmu. Capek selama tiga hari, dari pagi hingga malam terus duduk mendengarkan narasumber menjelaskan materi yang diajarkan. Pagi ini seperti biasa disempatkan untuk membaca surat kabar Kompas, ada topik yang menarik “bukan masanya main tuduh”. Jadi inget senin malam lalu, saat selesai pelajaran di hari yang pertama. Saat persiapan untuk istirahat tidur, tiba-tiba ada sms dari seorang teman. Dia memberitahukan kalo ada orang yang menerornya lewat sms dan dia menuduhku (ini bukan tuduhannya yang pertama) sebagai orang yang memberikan nomor hpnya ke si peneror itu. Hebat banget ya temenku itu, bisa langsung menuduhku. Kenapa dia nggak melacak siapa pelaku teror dengan kehebatannya itu ya?

 

Awalnya sih aku tenang aja, kujelaskan kepadanya bahwa bukan aku yang memberikan nomor hpnya ke pelaku teror itu. Setelah dia tetap nggak percaya, aku coba tawarkan bantuan untuk melacaknya. Aku tanya teror smsnya bagaimana? Nomor si pelaku berapa? Tapi nggak dikasih, aneh kan? Mau dibantu kok ngak mau. Atau itu cuma alasan aja supaya bisa asyik terus menikmati pekerjaan menuduhku itu.

 

Tadi malam kembali lagi temanku itu menuduhku, dan seperti biasa kembali aku jelaskan kalau aku nggak tau siapa si pelaku teror dan bukan aku yang memberikan nomor hpnya. Yang bikin sebel itu dia seperti nggak mau mendengar omonganku, tapi dia terus saja asyik menuduhku seperti orang kecanduan.

 

Entah apa yang harus aku lakukan, udah cape nanggepinnya. Dijelasin salah, didiemin salah, semua serba salah. Nggak tau harus gmana lagi. Tadi malam aku coba ngomong sama temannya temanku itu tapi sepertinya dia sudah tidur, jadi aku tinggalkan saja pesan. Semoga dia membacanya dan bisa memberikan saran dan nasehat kepada temannya itu.

 

Bagaimana pendapat kalian?

 

Salah nggak kalau aku memutuskan hubungan dengan temanku itu? Sudah tak ada rasa percaya lagi jadi buat apa diteruskan. Karena aku sudah cape selalu dituduh-tuduh terus (nggak cuma sekali) tanpa bukti, sementara aku sudah menjelaskan secara gamblang tapi tetap nggak dipercaya. Aku sudah bilang kepadanya kalau dia sudah tidak maen tuduh-tuduh seperti itu lagi maka kami bisa tetap menjadi teman kembali.

 

Dalam hal ini siapa yang telah berbuat tega, orang yang selalu menuduh temannya tanpa bukti? Atau orang yang memutuskan hubungan dengan temannya yang sudah kecanduan menuduh itu?

 

Aku ini nggak pintar menulis, jadi mungkin nggak begitu jelas menceritakan masalahku ini. Tapi yang pasti aku masih menyimpan semua log percakapan kami. Disana jelas dapat dilihat siapa yang dengan tega menuduhku tanpa bukti, siapa yang tidak mau mendengar penjelasanku, dan bagaimana bisa aku memutuskan hubungan dengan seorang teman.

 

Aku tau kalau temanku itu membaca postingan ini pasti dia akan kembali menuduhku yang macem-macem, tapi masalah ini harus diselesaikan. Mungkin kalau orang lain tau masalah ini akan bisa menghentikan kecanduan menuduhnya itu.

Posted by Mikow | Filed in Entah | 15 Comments »