Barong vs Rangda
Posted in: Entah,Pabrik,Perjalanan,View
Dalam sebuah kisah, Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda (setan jahat) untuk menyerahkan Sadewa anaknya sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya sebagai korban, akan tetapi Rangda memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti bersedia mengorbankan anaknya untuk dipersembahkan kepada Rangda.
Untuk melaksanakan janjinya tersebut, Dewi Kunti menyuruh sang Patih untuk membuang Sadewa ke dalam hutan. Dan Patih inipun tidak luput dari kemasukan roh jahat sehingga dia menggiring Sadewa ke dalam hutan dan mengikatnya di muka Isata sang Rangda. Namun sebelum Rangda datang tiba-tiba turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian hidup kepada Sadewa dan hal ini tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mengoyak-ngoyak dan membunuh Sadewa tetapi hal itu tidak dapat terlaksana karena kekebalan yang dianugerahi oleh Dewa Siwa. Dalam perkelahian tersebut Rangda mengalami kekalahan dan menyerah kepada Sadewa dan memohon untuk dimaafkan agar dengan demikian dia bisa masuk surga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sadewa dan Rangda pun mendapat surga.
Kalika, salah seorang pengikut rangda menghadap kepada Sadewa untuk bisa dimasukkan ke surga juga tetapi ditolak oleh Sadewa. Penolakan ini menimbulkan kemarahan Kalika dan berubah menjadi babi hutan yang kemudian menyerang Sadewa namun dapat dikalahkan oleh Sadewa. Kemudian Kalika yang sedang berwujud babi hutan tadi berubah menjadi burung tetapi tetap dapat dikalahkan oleh Sadewa. Dan akhirnya Kalika berubah menjadi Rangda, karena saktinya Rangda ini sehingga Sadewa tidak dapat membunuhnya. Kemudian Sadewa berubah menjadi Barong (harimau) karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada pihak yang menang ataupun kalah. Kemudian muncullah pengikut-pengikut Sadewa yang hendak menolongnya dalam pertarungan melawan Rangda. Namun mereka semua pun tidak berhasil mengalahkan kesaktian Rangda. Demikian pertarungan ini terus berlangsung abadi, kebajikan melawan kebatilan.
*cerita didapat setelah menonton tari barong dan tari keris di Sekehe Barong Sila Budaya, Desa Batu Bulan – Gianyar*
Return to: Barong vs Rangda

Social Web