Cipageuran 178

Nov 29
2011

Pagi itu, kami sekitar 400 orang sudah siap di pick point belakang pasar festival. Sepuluh buah bis besar siap mengantarkan kami menuju sebuah tempat yang akan menjadi ‘kawah candradimuka’, tempat kami belajar untuk menjadi manusia yang “sempurna 100%”.

Di tempat itu saya banyak mendapat teman baru, pikiran baru, cerita baru. Jadwal padat dari subuh hingga larut malam, lelah, jenuh dan bosan telah menjadi keseharian kami yang ada di barak. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi kami untuk beradaptasi satu sama lainnya atau dengan daerah tempat kami ‘belajar’, terbukti seminggu pertama di sana mayoritas dari kami bertambah berat badannya.

Selama 17 hari di sana, ada banyak hal yang dapat kami jadikan pelajaran sekaligus pengalaman, rasa kekeluargaan terutama empat puluh orang di angkatan 178 terasa begitu kental. Yang tak akan kami lupakan, teman-teman angkatan 178, barak 22 s/d 29, kelas 36, seluruh pengajar, kang Asep untuk segala bantuannya, teteh (entah siapa namanya) yang telah mengurus makan kami selama di sana dan semua pembina beserta peluitnya. Kini usai sudah, kami telah kembali ke unit dan keluarga masing-masing, kembali kepada rutinitasnya masing-masing.

Berdoalah dari semua
Cita-cita hidup di dunia
Dan jangan kita lupa
Dia yang di atas sana, kawan

Hidup ini berat tapi jangan takut, kawan
Semua pengorbanan
Selalu menjadikan bahagia
Satu lagi, kawan
Jalan masih panjang
Berarti kita harus melangkah terus kemuka.

-Jalan Masih Panjang, 7 Bintang-

Leave a Reply

Close
Powered by ShareThis