A (Not) Blue Valentine

Feb 28
2011

blue valentine

Blue Valentine (2010)

Director: Derek Cianfrance
Cast: Ryan Gosling, Michelle Williams, Mike Vogel
Studio: Hunting Lane Films
Penulis Naskah: Cianfrance bersama Joey Curtis dan Cami Delavigne.

Blue Valentine adalah salah satu film yang diputar di ajang Sundance Film Festival tahun ini. Mengisahkan mengenai pasangan muda Dean (Gosling) dan Cindy (Williams), yang telah menikah dan memiliki seorang putri. Seiring perjalanan waktu, pasangan ini merasa bahwa pernikahan mereka mulai menemui jalan buntu. Bermaksud untuk menyelamatkan pernikahan tersebut, mereka berdua pergi bersama ke sebuah hotel untuk mengenang kembali masa-masa dimana mereka saling jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Kamu cerita kalo kamu sudah melihat –watching – not seeing film ini jam 5 pagi begitu selesai di download, “not in a proper time to watch a movie but yes You did”. Sebuah film yang menyesakkan. “You were young, you fell in love, you were hot You had sex, you got pregnant had a kid and thing changes. You get fat, bored, cold … you lost love!! You separated and lamented the road you’re not taken, regret it. You hate each other.”

Lalu kamu berpikir apa itu juga ada dalam hubungan kita. Apakah kita merasa bosan dengan hubungan ini? Merasa buntu? You realize something, that can happen to us but it is our choice not to. Bagaimana membuatnya tidak jadi seperti itu. Bagaimana tetap membuat hubungan kita tetap seperti dulu. Butuh dua orang untuk tetap berjuang mempertahankan sebuah hubungan terutama pernikahan. It needs tons of efforts, commitment, endurance.

Dulu, kamu selalu mencari quotation tentang definisi cinta. Tidak pernah menemukan yang tepat karena semua adalah kata kerja. Tidak menyentuh rasa yang kumiliki. Tapi sekarang aku tahu bahwa cinta itu kerja keras, kumpulan kata kerja dan kata sifat, bukan kata benda karena cinta itu hidup, tumbuh, tapi bisa mati. Tapi bedanya dengan siklus hidup manusia yang memang lahir, tumbuh, dewasa, tua, kemudian mati. Tapi cinta tidak. Ia memiliki siklus yang kita buat sendiri, yang kita kerjakan sendiri dan itu harusnya tidak pernah mati.

Cinta bukan sekedar rasa atau reaksi kimia dalam tubuh yang membuat hati atau jantung berdebar. Itu adalah sekumpulan usaha juga. Ketika kita bergantung pada rasa saja, itu tidak cukup. Otak bisa menipu kita, itulah kenapa setan menyerang pikiran. Itu kenapa kita harus mendengar hati kita berbicara. Dan YA! Cinta itu tidak klise. Cinta itu kerja keras termasuk menerima, mempertahankan, menumbuhkan, membuatnya tetap hidup dan saling percaya apapun yang terjadi. For Best and Worst till death do us apart. Apa kita masih mengingatnya dan memilikinya? Membuat kata-kata itu jadi tattoo dalam hati kita, membawanya kemanapun?

Kita jatuh cinta, kita menikah … bukankah seharusnya menikah untuk tujuan bersama? Supaya kita bisa bersama-sama selama kita hidup? Tidakkah kita sadari bahwa kita menikah kemudian berpisah? Adalah berbeda bersama tapi jauh dengan jauh terpisah tapi tetap bersama. Tidakkah kita menyadari itu?

Apakah kita masih memiliki cinta yang sama? Semoga kita tidak memiliki that Blue Valentine.

8 Responses to “A (Not) Blue Valentine”

  1. Christin says:

    Semoga bukan blue valentine… (cozy)

  2. kania says:

    Semoga … Amin

  3. udung says:

    wah dalem neh soal tresno2an mik.

  4. senny says:

    rame ya?
    tau gitu kemaren pas nemu dvdnya di beli *nyesel

  5. udung says:

    lom update juga neh blog… kemana orangnya yach ?

  6. ourchocolate says:

    Butuh dua orang untuk tetap berjuang mempertahankan sebuah hubungan terutama pernikahan. It needs tons of efforts, commitment, endurance. <— like this

  7. R.Win says:

    saya tengah mengalaminya, sangt berat & dilematis…antra mmbela perasan sndiri atau mengorbankannya demi anak2. pls advice…

  8. mikow says:

    @R.Win : gimana mau kasih advice kalo sayapun sedang mengalaminya, tetap semangat aja bro :)

Leave a Reply