Barong vs Rangda

Feb 15
2010


Dalam sebuah kisah, Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda (setan jahat) untuk menyerahkan Sadewa anaknya sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya sebagai korban, akan tetapi Rangda memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti bersedia mengorbankan anaknya untuk dipersembahkan kepada Rangda.

Untuk melaksanakan janjinya tersebut, Dewi Kunti menyuruh sang Patih untuk membuang Sadewa ke dalam hutan. Dan Patih inipun tidak luput dari kemasukan roh jahat sehingga dia menggiring Sadewa ke dalam hutan dan mengikatnya di muka Isata sang Rangda. Namun sebelum Rangda datang tiba-tiba turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian hidup kepada Sadewa dan hal ini tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mengoyak-ngoyak dan membunuh Sadewa tetapi hal itu tidak dapat terlaksana karena kekebalan yang dianugerahi oleh Dewa Siwa. Dalam perkelahian tersebut Rangda mengalami kekalahan dan menyerah kepada Sadewa dan memohon untuk dimaafkan agar dengan demikian dia bisa masuk surga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sadewa dan Rangda pun mendapat surga.

Kalika, salah seorang pengikut rangda menghadap kepada Sadewa untuk bisa dimasukkan ke surga juga tetapi ditolak oleh Sadewa. Penolakan ini menimbulkan kemarahan Kalika dan berubah menjadi babi hutan yang kemudian menyerang Sadewa namun dapat dikalahkan oleh Sadewa. Kemudian Kalika yang sedang berwujud babi hutan tadi berubah menjadi burung tetapi tetap dapat dikalahkan oleh Sadewa. Dan akhirnya Kalika berubah menjadi Rangda, karena saktinya Rangda ini sehingga Sadewa tidak dapat membunuhnya. Kemudian Sadewa berubah menjadi Barong (harimau) karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada pihak yang menang ataupun kalah. Kemudian muncullah pengikut-pengikut Sadewa yang hendak menolongnya dalam pertarungan melawan Rangda. Namun mereka semua pun tidak berhasil mengalahkan kesaktian Rangda. Demikian pertarungan ini terus berlangsung abadi, kebajikan melawan kebatilan.

*cerita didapat setelah menonton tari barong dan tari keris di Sekehe Barong Sila Budaya, Desa Batu Bulan – Gianyar*

12 Responses to “Barong vs Rangda”

  1. bangsari says:

    jalan jalan meneh…

  2. udung says:

    walah… yang liburan ke bali……

  3. darahbiroe says:

    wah ditunggu oleh2na yaw :D

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh :D

  4. senny says:

    lho lagi liburan nggak ngajak-ngajak?
    eh tp serem sih kalo hrs nonton barong

  5. mamisinga says:

    hiks.. kasihan ibu Madri, Sadewa dijadiin korban… *merasa yang punya nama Madri*

    fyi. Sadewa anaknya ibu Kunti tapi bukan anak kandung. Sadewa anak kandung ibu Madri.

    Nice post anyway.. :-)

  6. mikow says:

    @mamisinga : makasih untuk ralatnya, waktu nonton tariannya agak susah mencerna karena para penari menggunakan logat/dialek bali

  7. thuns says:

    kang… oleh2 yoooo…!

  8. hanif IM says:

    ada sejarah disini. sip…

  9. Ndoro Seten says:

    tekan mbali nggak ajak-ajak to?

  10. za says:

    dewi Kunti apa dewi Kunto…..:P

  11. vi3 says:

    wah senengan vi3 neh baca2 sejarah beginian.. btw.. pha kabar pak mikow? :D

  12. zee says:

    Entah kenapa saya kurang nyaman melihat barong. Seperti ada makhluk halus menyisipi di dalamnya..

Leave a Reply

Close
Powered by ShareThis