Pelataran Marmer
2009

Semua orang pasti mengenal Bunderan Hotel Indonesia, lokasi strategis di pusat kota Jakarta. Ada patung selamat datang yang berada di tengah-tengah sebuah kolam yang berbentuk lingkaran. Bunderan ini juga kerap digunakan oleh para demonstran sebagai titik temu dalam setiap aksinya. Jika malam hari kadang ada beberapa kelompok warga yang memanfaatkan keindahan bunderan ini untuk bernasis ria, berpoto-poto disekitar kolam bunderan ini.
Tak jauh dari lokasi patung selamat datang ini, tepatnya di seberang jalan sebelah barat laut terdapat sebuah plaza yang menjadi satu dengan sebuah hotel mewah. Disitu terdapat pelataran marmer yang dapat dipergunakan sebagai tempat duduk bagi warga Jakarta yang hendak beristirahat ataupun menghabiskan waktu sambil mengobrol dengan teman-temannya. Pihak Telkom pun memberikan fasilitas free hotspot di daerah tersebut sehingga siapapun yang datang dan duduk-duduk disitu dapat menikmati akses internet dengan gratis (dengan membawa leptop sendiri tentunya).
Demikian juga dengan teman-teman blogger BHI yang sejak tahun 2006, menghabiskan waktu setiap jumat malam untuk bercengkrama di pelataran marmer tersebut setelah jenuh dan lelah bekerja mulai senin hingga jumat. Berkumpul dan mengobrol ditemani akses internet serta kopi dan rokok. Walaupun berasal dari berbagai macam bidang pekerjaan, mulai dari pegawai di bidang seni, IT, keuangan, hukum, pemerintahan, pers dan masih banyak lagi macamnya namun mereka dapat dipersatukan oleh semangat mendesokan Jakarta, yaitu semangat yang dapat mengingatkan kita yang tinggal di Jakarta akan sebuah arti kebersamaan dan kesederhanaan.
Dari tempat nongkrong inilah lahirnya program sosial Blogger for Bangsari (2007) dan Gerakan 1000 Buku (2008). Berawal dari obrolan ngalor-ngidul hingga akhirnya program-program tersebut dapat terlaksana dengan sukses berkat dukungan dari teman-teman blogger di seluruh penjuru blogsphere. Tempat ini pula yang menjadi tempat persinggahan bagi blogger-blogger yang berasal dari luar Jakarta jika mereka datang berkunjung ke Jakarta.
Tapi kini muncul kegelisahan di pihak teman-teman BHI karena kini mereka tidak bebas lagi untuk berkumpul dan menikmati suasana bunderan di malam hari karena seiring dengan dibukanya sebuah cafe di depan pintu masuk Plaza Indonesia (PI), pihak keamanan PI berjaga-jaga disekitar pelataran marmer untuk menegur dan mengusir siapa saja yang duduk-duduk di pelataran marmer dengan alasan dapat mengotori dan mengganggu ketertiban di lingkungan PI. Pihak keamanan PI tak dapat disalahkan karena mereka hanya menjalankan tugas dari atasannya. Mungkin ada baiknya jika dari kedua belah pihak dapat bertemu dan mendiskusikan masalah ini. Beberapa teman dari BHI jumat malam kemarin sudah mencoba untuk menemui pihak PI namun mereka tidak mau dapat ditemui dikarenakan waktu yang saat itu sudah lewat dari jam kerja.
Menurut saya untuk mengatasi masalah kebersihan, ada baiknya jika di sekitar tempat itu disediakan tempat sampah yang cukup hingga orang-orang yang duduk-duduk serta lalu lalang disana dapat membuang sampah pada tempatnya. Pengamatan saya, dulu disekitar situ tepatnya pas di tikungan terdapat sebuah drum tempat sampah yang beberapa minggu kemarin sempat hilang entah kemana. Dan untuk masalah kenyamanan pengunjung, pihak keamanan yang berjaga-jaga disana dapat menegur orang-orang iseng yang mengganggu pengunjung PI sebagai shock terapi. Dengan demikian tidak ada pihak yang dirugikan, warga tetap bisa memanfaatkan pelataran marmer dengan bertanggung jawab akan kebersihannya dengan membuang sampah pada tempatnya.
-poto nyomot dari pesbuknya presiden bambang-
March 2nd, 2009 at 02:29
kalo pindah nang kolam nya bunderan HI piye ya?? enak kaya`nya sambil keceh…tapi bisa masuk angin kalo ndak tahan
*kangen bunderan HI*
March 2nd, 2009 at 03:05
pancene kudu diprotes kok PI kuwi…
March 2nd, 2009 at 03:57
seperti nasehat bung hadik kemaren, besok kalo nongkrong jangan sampai :
1 . buang sampah sembarangan
2. tidur dipelataran ..
3. he he he ….
March 2nd, 2009 at 04:16
@mas Bah: Perasaan sing sering tidur di pelataran Njenengan jeh… *nyemplung kolam Bunderan HI*
March 2nd, 2009 at 10:34
Yup…
Halah… baru punya niatan buat ikut kumpul2x…
Atau rame-rame kita menghadap pihak management PI…??? Agar bisa didapatkan solusi yang “win-win”…
March 2nd, 2009 at 20:44
Aku durung sempet dolan mrono, kok wes digusur (doh)
Laporke ‘si kumis’ ae
March 3rd, 2009 at 03:22
yeah…terus mo pindah kemana?
*ya tuh PI makin melebar kemana-mana, sampe kedutaan Jepang aja keliatan nyempil*
March 6th, 2009 at 14:09
Tenang saja… pren2 bolo-bolo pasti ada yang support kita…. minimal niatan kita baik… bukan tuk cari musuh… sapa tau managemen PI bakal nyiapin cafe buat kite-kite… amin.. dan yang penting FREE WIPI…. oke ga
March 9th, 2009 at 05:31
baru beberapa kali kesana, kok dah dilarang. pasca kejadian gimana mas? wis entuk hasil-e durung?
March 11th, 2009 at 04:15
Aku mbek kelsa rung mrono kok digusur toh?
March 11th, 2009 at 11:33
semoga bisa ada titik temu, gak perlu gusur2an apalagi pake trantib segala yak..
March 13th, 2009 at 03:59
parah, mentang2 yang punya gedung lantas seenaknya aja “bersihin” orang2 yang nongkrong di sana
March 14th, 2009 at 13:14
untung di jakarta, bukan di bandung….
March 14th, 2009 at 19:51
kopdar pertamaku di BHI loooh

muktamar blogger 2007. ehehehehe
kangen pengen maen-maen kesana lagi
March 14th, 2009 at 19:53
duh, semoga masalahnya cepet selesai…
March 14th, 2009 at 20:45
kayaknya mulai kemarin malam dah ok, tak ada masalah.
(*kata mbok wedang tergantung yang jaga aja kok
March 15th, 2009 at 18:14
LAWAN!!! PERANGI KESEWENANG-WENANGAN!!! MERDEKA ATAU MATI!!!!!! *balik ngeplurk*
May 3rd, 2009 at 23:11
kalo cuma buat duduk2, apa sih merugikannya? nama tempat itu kan juga ikutan legendaris karena BHI nongkrong di sana. dasar!
May 4th, 2009 at 07:15
dilema yang nggak pernah ada itikad baik untuk mendiskusikannya dari pihak PI yo?
May 4th, 2009 at 09:38
Palingo wong PI kuwi kebelet ngising kabeh
May 8th, 2009 at 13:56
hmm yang berduit..yang berduit tunjukan kuasamu hihihi
May 11th, 2009 at 11:03
aku pernah liat ada blogger yang curhat soal ini di surat pembaca… wah, jadi masih ndak ada tanggepan ya?
May 12th, 2009 at 12:37
haduh dah di kasih gretongan trus ga jaga kebersihan aduhh gimana seh…
kesadaran masyarakat emang masih kurang soal kebersihan padahal kebersihan adalah sebagian dari iman kan
May 29th, 2009 at 12:49
marmernya kan dingin lho mas