Harus bagaimana?
2008
Hari ini aku masuk kerja lagi setelah tiga hari kemarin di utus ke luar kota untuk menuntut ilmu. Capek selama tiga hari, dari pagi hingga malam terus duduk mendengarkan narasumber menjelaskan materi yang diajarkan. Pagi ini seperti biasa disempatkan untuk membaca surat kabar Kompas, ada topik yang menarik “bukan masanya main tuduh”. Jadi inget senin malam lalu, saat selesai pelajaran di hari yang pertama. Saat persiapan untuk istirahat tidur, tiba-tiba ada sms dari seorang teman. Dia memberitahukan kalo ada orang yang menerornya lewat sms dan dia menuduhku (ini bukan tuduhannya yang pertama) sebagai orang yang memberikan nomor hpnya ke si peneror itu. Hebat banget ya temenku itu, bisa langsung menuduhku. Kenapa dia nggak melacak siapa pelaku teror dengan kehebatannya itu ya?
Awalnya sih aku tenang aja, kujelaskan kepadanya bahwa bukan aku yang memberikan nomor hpnya ke pelaku teror itu. Setelah dia tetap nggak percaya, aku coba tawarkan bantuan untuk melacaknya. Aku tanya teror smsnya bagaimana? Nomor si pelaku berapa? Tapi nggak dikasih, aneh kan? Mau dibantu kok ngak mau. Atau itu cuma alasan aja supaya bisa asyik terus menikmati pekerjaan menuduhku itu.
Tadi malam kembali lagi temanku itu menuduhku, dan seperti biasa kembali aku jelaskan kalau aku nggak tau siapa si pelaku teror dan bukan aku yang memberikan nomor hpnya. Yang bikin sebel itu dia seperti nggak mau mendengar omonganku, tapi dia terus saja asyik menuduhku seperti orang kecanduan.
Entah apa yang harus aku lakukan, udah cape nanggepinnya. Dijelasin salah, didiemin salah, semua serba salah. Nggak tau harus gmana lagi. Tadi malam aku coba ngomong sama temannya temanku itu tapi sepertinya dia sudah tidur, jadi aku tinggalkan saja pesan. Semoga dia membacanya dan bisa memberikan saran dan nasehat kepada temannya itu.
Bagaimana pendapat kalian?
Salah nggak kalau aku memutuskan hubungan dengan temanku itu? Sudah tak ada rasa percaya lagi jadi buat apa diteruskan. Karena aku sudah cape selalu dituduh-tuduh terus (nggak cuma sekali) tanpa bukti, sementara aku sudah menjelaskan secara gamblang tapi tetap nggak dipercaya. Aku sudah bilang kepadanya kalau dia sudah tidak maen tuduh-tuduh seperti itu lagi maka kami bisa tetap menjadi teman kembali.
Dalam hal ini siapa yang telah berbuat tega, orang yang selalu menuduh temannya tanpa bukti? Atau orang yang memutuskan hubungan dengan temannya yang sudah kecanduan menuduh itu?
Aku ini nggak pintar menulis, jadi mungkin nggak begitu jelas menceritakan masalahku ini. Tapi yang pasti aku masih menyimpan semua log percakapan kami. Disana jelas dapat dilihat siapa yang dengan tega menuduhku tanpa bukti, siapa yang tidak mau mendengar penjelasanku, dan bagaimana bisa aku memutuskan hubungan dengan seorang teman.
Aku tau kalau temanku itu membaca postingan ini pasti dia akan kembali menuduhku yang macem-macem, tapi masalah ini harus diselesaikan. Mungkin kalau orang lain tau masalah ini akan bisa menghentikan kecanduan menuduhnya itu.
May 15th, 2008 at 07:04
biarkan sajalah….
ntar kan cape sendiri, lah dah dijelaskan masih juga ga percaya.
May 15th, 2008 at 07:22
kalau memang sudah cape, break dulu.
Ngak apa2 kok.
Orang perlu tahu kok kalau kita ngak suka dengan sikap dia itu.
May 15th, 2008 at 09:00
kalo temennya cewek, mungkin lagi PMS atau lagi tengkar sama pacarnya. kalo cowok, bisa jadi abis ditolak atau diputusin ceweknya
coba aja cuekin dulu kalo dia sms, dia berasa gak? kalo berasa kan pasti telp tuh, nah baru deh bilang kalo capek dituduh tanpa bukti yg jelas
May 15th, 2008 at 09:14
cuekin saja. apakah dia masih remaja 17 tahun?
kalau sudah dewasa berartimemang dia katro, ga funkeh
May 15th, 2008 at 09:57
hihi…hihi…[bukan solusi ya] .
tak kiro pmbelajaran tentang indeks kompas 100
May 15th, 2008 at 16:11
cuekin aja mik, ngurusin kek gituan engga ada ujungnya, ada kemungkinan tuh orang pengen ribut ama elo, beli aja mik kalau dia jual !
kalo engga cuekin aja lagi! masih banyak urusan lain yang musti lo pikirin, urusan kek gini mah cemen, malah engga pantes disebut masalah, anggap aja sesi humor engga tidak lucu!
SPJ molo….
mik blognya jgn2 item2 kek gini ah…. ijo daun pisang kek! rada centil dikit engga papa mik, anakmu masih anggap kau bapak berstatus lelaki tulen kok,
May 16th, 2008 at 00:34
kok lebih parah dari aku ya kecanduan nuduh kamu hehehhe … mungkin dah bawaan orok kali jadi tertuduh gitu heuehuehue
May 16th, 2008 at 02:03
ada juga tuh yang suka pake ID blogfam gue *lirik dahlia
trus ada lagi tuh ibu2 yang suka pake id gue *lirik mbak injul
*trus dahlia ngumpet di belakang mbak injul, jadi gak keliatan huahahahaha…. gak penting
May 16th, 2008 at 05:39
anjing menggonggong kajilah berlaluuuu….
apalagi tanpa bukti2 jelas gituuu
cuekin ajeeehh…
May 18th, 2008 at 07:38
kalo memang ndak nglakuin santai saja mas, becik ketitik olo ketoro
May 19th, 2008 at 11:09
Ga perlu di pusingin kali ya. Cuekin aja. Ntar juga reda2 sendiri. Bersikap seperti biasa aja ama dia. Kalo ternyata dianya yang terus2an nuduh, biarin aja itu jadi problem dia.
May 21st, 2008 at 09:20
update…. update
May 21st, 2008 at 13:12
Nyanyi gini aja Ko:
Tuduuhlaaah akuuu sepuas hatimuuu
asal jangan kau bunuh cintaku…..
hihihi ga mecahin masalah ya!
*huh pasti si bulus muncul lagi deh*
May 27th, 2008 at 04:01
ga usah terlalu mikirin hal2 kayak gini. di hidup ini akan ada masalah yang lebih besar dari ini yang lebih layak dipikirkan. ini kan masalah salah paham saja..
May 28th, 2008 at 06:45
Dengan alasan teror sms ternyata dialah pelaku teror sebenernya terhadap dirimu, dengan teror tuduhan tanpa bukti dsb etc dll tsb.
Menurutku usahamu sudha cukup, selanjutnya pasrahkan saja Yang Kuasa, biarlah alam yg mengaturnya.