
Hari ini aku masuk kerja lagi setelah tiga hari kemarin di utus ke luar kota untuk menuntut ilmu. Capek selama tiga hari, dari pagi hingga malam terus duduk mendengarkan narasumber menjelaskan materi yang diajarkan. Pagi ini seperti biasa disempatkan untuk membaca surat kabar Kompas, ada topik yang menarik “bukan masanya main tuduh”. Jadi inget senin malam lalu, saat selesai pelajaran di hari yang pertama. Saat persiapan untuk istirahat tidur, tiba-tiba ada sms dari seorang teman. Dia memberitahukan kalo ada orang yang menerornya lewat sms dan dia menuduhku (ini bukan tuduhannya yang pertama) sebagai orang yang memberikan nomor hpnya ke si peneror itu. Hebat banget ya temenku itu, bisa langsung menuduhku. Kenapa dia nggak melacak siapa pelaku teror dengan kehebatannya itu ya?
Awalnya sih aku tenang aja, kujelaskan kepadanya bahwa bukan aku yang memberikan nomor hpnya ke pelaku teror itu. Setelah dia tetap nggak percaya, aku coba tawarkan bantuan untuk melacaknya. Aku tanya teror smsnya bagaimana? Nomor si pelaku berapa? Tapi nggak dikasih, aneh kan? Mau dibantu kok ngak mau. Atau itu cuma alasan aja supaya bisa asyik terus menikmati pekerjaan menuduhku itu.
Tadi malam kembali lagi temanku itu menuduhku, dan seperti biasa kembali aku jelaskan kalau aku nggak tau siapa si pelaku teror dan bukan aku yang memberikan nomor hpnya. Yang bikin sebel itu dia seperti nggak mau mendengar omonganku, tapi dia terus saja asyik menuduhku seperti orang kecanduan.
Entah apa yang harus aku lakukan, udah cape nanggepinnya. Dijelasin salah, didiemin salah, semua serba salah. Nggak tau harus gmana lagi. Tadi malam aku coba ngomong sama temannya temanku itu tapi sepertinya dia sudah tidur, jadi aku tinggalkan saja pesan. Semoga dia membacanya dan bisa memberikan saran dan nasehat kepada temannya itu.
Bagaimana pendapat kalian?
Salah nggak kalau aku memutuskan hubungan dengan temanku itu? Sudah tak ada rasa percaya lagi jadi buat apa diteruskan. Karena aku sudah cape selalu dituduh-tuduh terus (nggak cuma sekali) tanpa bukti, sementara aku sudah menjelaskan secara gamblang tapi tetap nggak dipercaya. Aku sudah bilang kepadanya kalau dia sudah tidak maen tuduh-tuduh seperti itu lagi maka kami bisa tetap menjadi teman kembali.
Dalam hal ini siapa yang telah berbuat tega, orang yang selalu menuduh temannya tanpa bukti? Atau orang yang memutuskan hubungan dengan temannya yang sudah kecanduan menuduh itu?
Aku ini nggak pintar menulis, jadi mungkin nggak begitu jelas menceritakan masalahku ini. Tapi yang pasti aku masih menyimpan semua log percakapan kami. Disana jelas dapat dilihat siapa yang dengan tega menuduhku tanpa bukti, siapa yang tidak mau mendengar penjelasanku, dan bagaimana bisa aku memutuskan hubungan dengan seorang teman.
Aku tau kalau temanku itu membaca postingan ini pasti dia akan kembali menuduhku yang macem-macem, tapi masalah ini harus diselesaikan. Mungkin kalau orang lain tau masalah ini akan bisa menghentikan kecanduan menuduhnya itu.
Comment