Undangan mahal

May 22
2008

ugm2.JPG

Pabrikku dapat undangan dari UGM untuk mengikuti sebuah kursus singkat tentang cara penanggulangan banjir, longsor dan tsunami. Tapi kok mahal ya, biayanya 3 juta trus tidak termasuk akomodasi hotel selama 5 hari.

ugm.JPG

Kalau 3 jutanya itu ditanggung pabrik, trus biaya hidup disana selama 5 hari itu duit dari mana? Apa karena orang Yogya dan punya banyak saudara di sana trus jadi aku yang ditugaskan oleh juragan? Mending ditolak saja.

Harus bagaimana?

May 15
2008

udah nggak jaman main tuduh

Hari ini aku masuk kerja lagi setelah tiga hari kemarin di utus ke luar kota untuk menuntut ilmu. Capek selama tiga hari, dari pagi hingga malam terus duduk mendengarkan narasumber menjelaskan materi yang diajarkan. Pagi ini seperti biasa disempatkan untuk membaca surat kabar Kompas, ada topik yang menarik “bukan masanya main tuduh”. Jadi inget senin malam lalu, saat selesai pelajaran di hari yang pertama. Saat persiapan untuk istirahat tidur, tiba-tiba ada sms dari seorang teman. Dia memberitahukan kalo ada orang yang menerornya lewat sms dan dia menuduhku (ini bukan tuduhannya yang pertama) sebagai orang yang memberikan nomor hpnya ke si peneror itu. Hebat banget ya temenku itu, bisa langsung menuduhku. Kenapa dia nggak melacak siapa pelaku teror dengan kehebatannya itu ya?

 

Awalnya sih aku tenang aja, kujelaskan kepadanya bahwa bukan aku yang memberikan nomor hpnya ke pelaku teror itu. Setelah dia tetap nggak percaya, aku coba tawarkan bantuan untuk melacaknya. Aku tanya teror smsnya bagaimana? Nomor si pelaku berapa? Tapi nggak dikasih, aneh kan? Mau dibantu kok ngak mau. Atau itu cuma alasan aja supaya bisa asyik terus menikmati pekerjaan menuduhku itu.

 

Tadi malam kembali lagi temanku itu menuduhku, dan seperti biasa kembali aku jelaskan kalau aku nggak tau siapa si pelaku teror dan bukan aku yang memberikan nomor hpnya. Yang bikin sebel itu dia seperti nggak mau mendengar omonganku, tapi dia terus saja asyik menuduhku seperti orang kecanduan.

 

Entah apa yang harus aku lakukan, udah cape nanggepinnya. Dijelasin salah, didiemin salah, semua serba salah. Nggak tau harus gmana lagi. Tadi malam aku coba ngomong sama temannya temanku itu tapi sepertinya dia sudah tidur, jadi aku tinggalkan saja pesan. Semoga dia membacanya dan bisa memberikan saran dan nasehat kepada temannya itu.

 

Bagaimana pendapat kalian?

 

Salah nggak kalau aku memutuskan hubungan dengan temanku itu? Sudah tak ada rasa percaya lagi jadi buat apa diteruskan. Karena aku sudah cape selalu dituduh-tuduh terus (nggak cuma sekali) tanpa bukti, sementara aku sudah menjelaskan secara gamblang tapi tetap nggak dipercaya. Aku sudah bilang kepadanya kalau dia sudah tidak maen tuduh-tuduh seperti itu lagi maka kami bisa tetap menjadi teman kembali.

 

Dalam hal ini siapa yang telah berbuat tega, orang yang selalu menuduh temannya tanpa bukti? Atau orang yang memutuskan hubungan dengan temannya yang sudah kecanduan menuduh itu?

 

Aku ini nggak pintar menulis, jadi mungkin nggak begitu jelas menceritakan masalahku ini. Tapi yang pasti aku masih menyimpan semua log percakapan kami. Disana jelas dapat dilihat siapa yang dengan tega menuduhku tanpa bukti, siapa yang tidak mau mendengar penjelasanku, dan bagaimana bisa aku memutuskan hubungan dengan seorang teman.

 

Aku tau kalau temanku itu membaca postingan ini pasti dia akan kembali menuduhku yang macem-macem, tapi masalah ini harus diselesaikan. Mungkin kalau orang lain tau masalah ini akan bisa menghentikan kecanduan menuduhnya itu.

Maling gagal hatrik

May 06
2008

ketangkap basah

Mobil juraganku siang ini kembali dibobol maling diparkiran pabrik, ini terjadi untuk ketiga kalinya namun kali ini pelaku berhasil di tangkap warga.

Ada cerita yang lucu dalam proses penangkapannya, awalnya tertangkap satu orang pelaku yang berlari ke arah pasar sementara temannya berhasil melarikan diri ke arah lain. Setelah berhasil ditangkap warga lalu dibawa ke dalam pabrik dan menjadi sasaran bogem mentah dari beberapa warga dan buruh pabrik, namun tiba-tiba datang seseorang yang tidak terima kalo si pelaku digebukin. “Loe siapa!? Bukan polisi kok ngelarang gw” tanya seorang teman buruh. Orang itu tidak menjawab dan tampak gugup, lalu tiba-tiba pelaku yang sudah setengah bugil dan bersimbah darah berkata “itu teman saya”. Orang itu semakin gugup lalu beberapa teman buruh segera memegang orang tersebut, “loe tadi ikut maling juga kan!?”. Dia tidak menjawab dan berusaha berkelit, puluhan buruh yang ada disitu langsung saja meringkusnya dan menghadiahi pukulan ke orang tersebut yang rupanya ada pelaku lain yang tadi lolos dari kejaran warga.

 

Sudah dapat ditebak bagaimana nasib maling kalo tertangkap warga, ditelanjangi dan dihadiahi bogem mentah. Terutama oleh beberapa buruh yang pernah menjadi korban pencurian, baik itu yang kehilangan motor ataupun oleh mereka yang mobilnya pernah menjadi sasaran pencuri.

 

Rasa setia kawan rupanya sudah menjadi sifat dari pelaku yang kedua ini, tidak tega temannya ditangkap sendirian lalu dia yang sudah berhasil meloloskan diri malah kembali masuk ke pabrik dan membela temannya yang di gebukin. Kompak dalam mencuri, kompak pula dalam menerima pukulan. Apakah hal ini dapat berlaku untuk para petinggi kita?

 

image dicomot dari sini.

Tutup sudah kaya?

May 02
2008

kinja

Kinja panduanku dalam blogwalking ditutup? atau cuma proses maintenance? Semoga benar hanya maintenance saja.

Datang pagi-pagi ke pabrik karena ada upacara perayaan hardiknas, sampe pabrik trus absen dan langsung nyalain komputer. Mau turun ke bawah ikut upacara kok males yah, masih ngantuk.

Oh iya.. Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga pendidikan di negara ini semakin maju dan semakin diperhatikan oleh pemerintah.

Close
Powered by ShareThis