Archive for March, 2005
Jauh
Wednesday, March 23rd, 2005
Jarak yang jauh bukan berarti hati kita terpisah. Lama tidak bertemu bukan berarti saya lupa. Berjalan 2,5 tahun bukan sebentar, saya harap kamu mengerti. Kita harus terbiasa dengan kesabaran. Saya ingin optimis tapi sulit karena kita masih mengira kita terpisah. Saya cemas matahari akan tenggelam sebelum saatnya lepas landas. Kita harus kuat bertahan. Sabar bertahan! Jangan takut! Kita harus lebih percaya diri!
Serakah (by. Nina Cassian)
Tuesday, March 22nd, 2005
Aku serakah. Para Puritanpun marah.
Karena kukejar meja hidangan
Yang tersaji di kehidupan
Dan semua kuingin dan kuimpikan.
Mereka mencerca aku berpesta
Mereguk yang pahit dan yang meriah
Mengkulum krim berkendi-kendi
Mengenyam nyaman panasnya roti
Mereka kecam jepit dasiku
Dan sunting kembang yang dirambutku
Mereka tegur caraku mengatur
distribusi cintaku yang sangat ngawur
Tak pakai program, tak urut jatah
dan kerja tanganku berubah-ubah.
Nostalgia
Tuesday, March 22nd, 2005
Ada yang mengatakan bahwa nostalgia adalah rasa pedih yang paling mulia. Mungkin itu bagian dari usaha kita untuk menjadi lengkap, orang tampaknya selalu ingin kembali merasa diri sebagai bagian dari suatu himpunan yang terkadang lebih berarti ketimbang dirinya.
In The Still Of The Night
Sunday, March 20th, 2005
In the still of the night
I pray to God
And I cry when I remember
What I have done
All my life
In the still of the night
I remember forever
What makes me regret
And I hope it will be over
And I’ll only trust in You
And I pray to be a good Moslem
Only You can change my heart
Show me the way, the right way